Sabtu, 30 Januari 2016

Lompat Jauh



1 Sejarah Lompat Jauh
 Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani “athlon” yang berarti “kontes”. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

 
Olahraga lompat jauh dipertandingkan pada sekitar tahun 1869. Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat didalam trek. Atletik termasuk didalam Olimpiade modern di tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian Wanita pertamakali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.
AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya.


2.2. Pengertian Lompat Jauh

Lompat jauh adalah cabang olahraga atletik yang bertujuan melompat dengan pencapaian jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Maka untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu pelompat harus memahami unsur – unsur pokok pada lompat. Dalam lompat jauh terdapat bak lompat yang berisi pasir sebagai tempat pendaratan akhir dari melompat.
            Dalam lompat jauh gaya dibagi menjadi 3 macam gaya, yaitu gaya jongkok, gaya berjalan, dan gaya menggantung. Akan tetapi prinsip dasar dari ketiga gaya tersebut tetap sama. Loncat jauh dapat dibagi kedalam ancang – ancang, lepas tapak, melayang, dan mendarat. Pada semua teknik lompat jauh ancang – ancang merupakan lari dengan percepatan dari start. Ancang – ancang kira – kira sejauh 30m – 45m. Frekuensi serta panjang langkah ancang – ancang makin meningkat sampai persiapan lepas tapak. Selama 3 – 5 langkah terakhir peloncat mempersiapkan diri untuk mengalihkan ancang – ancang (kecepatan horizontal) kepada lepas tapak (kecepatan vertical). Pada saat itu sebaiknya kecepatan jangan dikurangi, satu langkah sebelum terakhir, kira – kira 10cm – 15cm lebih panjang dari langkah sebelumnya dan terakhir. Karena itu titik berat badan agak terbawa kebawah, dan sodokan tenaga vertical diperbesar.

2.3   Teknik – teknik Dasar Lompat jauh
Teknik dasar lompat jauh adalah teknik untuk meraih kecepatan awalan yang setinggi-tingginya sambil tetap mampu melakukan tolakan yang kuat ke atas dengan satu kaki untuk meraih ketinggian saat melayang yang memandai ehingga dapat menghasilkan jarak lompatan.Keseluruhan dalam teknik dasar lompat jauh dibagi ke dalam awalan, tolakan, melayang di udara, dan mendarat di bak pasir, untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut:







1.       Teknik Awalan
 Awalan dilakukan dengan berlari yang kian lama kian mendekati kecepatan maksimal namun masih tetap terkendali untuk melakukan tolakan tujuannya adalah meraih kecepatan maksimal yang terkendali untuk melakukan tolakan yang sekuat-kuatnya. Frekwensi dan panjang langkah lari awalan makin meningkat sampai persiapan melakukan tolakkan. Sementara itu badan melompat semakin tegak. Pada tiga lima langkah terakir pelompat mempersiapkan diri untuk mengalihkan kecepatan gerak horizontal kepada kecepatan gerak vertikal dengan tanpa mengurangi kecepatan lari. Pelompat dianjurkan melakukan tolakan pada saat mencapai kecepatan maksimal untuk mendapatkan tenaga tolakan yang sebesar – besarnya.
 Untuk itu untuk jarak lari awalan yang digunakan oleh setiap pelompat berbeda – beda tergantung pada kemampuan untuk mencapai kecepatan maksimalnya. Mereka yang lebih cepat mencapai kecepatan maksimalnya. Akan memerlukan jarak awalan yang lebih pendek. Ketimang mereka yang lamban mencapai kecepatan maksimalnya kebanyakan dari para pelompat menggunakan jarak awalan sejauh 45 meter.

2.     Teknik Tolakan
       Tolakan dilakukan sebagai tahap pengalihan telapak kaki tolak untuk lepas landas. Tujuannya adalah menghasilkan tolakan sekuat – kuatnya agar dapat menggangkat titik berat badan setinggi – tingginya. Seluruh telapak tangan kaki bergulir ke depn kaki tolak sedikit dibengkokkan dan disusul oleh gerakan kaki ayun lengan diayun tinggi kedepn berlawanan dengan gerak kaki badan bagian depan dijaga atas dijaga tegak membentuk sudut hampir 90 derajat dengan pandangan kedepan.

3.      Melayang Diudara
Teknik dasar lompat jauh dengan melayang di udara mempunyai beberapa gaya yaitu gaya langkah, gaya menggantung, dan gaya jalan di udara, tapi sebenarnya ada sasaran pokok yang terdapat pada teknik melayang di udara.




 Sasaran pokok dari tehnik melayang diudara adalah :
*      Memelihara keseimbangan badan saat melayang.
*      Mengusahakan tahanan udara sekecil mungkin.
*      Mengusakan melayang diudara selama mungkin dan,
*      Menyiapkan letak kaki dalam posisi yang menguntungkan pada waktu mendarat Yaitu dengan cara menjulurkan kaki lemas kedepan sehubungan dengan sasaran pokok tehnik melayang diudara maka selanjutnya sering disebut sebagai gaya dalam melakukan lompat jauh.

a.    Gaya – gaya melayang di udara dalam Lompat Jauh
*      Gaya Langkah / Jongkok (Float Style ) Merupakan gaya lompat yang dianjurkan diberikan pada pemula termasuk siswa disekolah.
*      Gaya Menggantung ( Hang Style ) Karena anggota tubuh bagian bawah menggantung dibawah badan. Kedua lutut membentuk sudut siku – siku dan kedua lengan berada          di atas kepala sehingga posisi tersebut sedang menggantung.
*      Gaya Jalan Diudara ( Walking In The Air ) Merupakan gaya yang sekarang paling populer dari pada kedua gaya sebelumnya.Gaya ini lebih menjanjikan tinggal landas yang efisien dan kesempatan mempersiapkan pendapatan yang lebih awa

4. Teknik Mendarat
 Mendarat harus dilakukan dengan cara yang tidak menjadi penyebab terjadinya pendaratan yang merugikan. Untuk itu sewaktu kaki menyentuh pasir kepala ditundukkan dan lengan diayunkan kedepan membawa pinggang kedepan mendekati titik berat badan melawati titik pendaratan di pasir sehingga tidak melakukan pendaratan yang dapat merugikan pelompat. Pada saat mendarat kedua tungkai menjuluk kedepan dengan rilex tidak tegang sehingga siap menekuk pada saat yang tepat.





2.4  Peraturan – Peraturan dalam Lompat Jauh
1.       Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan:
Ø  Pelihara kecepatan sampai saat menolak
Ø  Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpu
Ø  Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
Ø  Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
Ø  Capailah jangkuan gerak yang baik.
Ø  Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya kepadanya.
Ø  Latihan gerakan pendaratan.

2.      Hal – hal yang perlu dihindari:
Ø  Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
Ø  Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
Ø  Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
Ø  Fase yang tidak seimbang.
Ø  Gerak kaki yang premature.
Ø  Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
Ø  Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.

3.       Sikap – sikap dalam melakukan lompatan:
Ø  Awalan, yaitu untuk mendapat kecepatan pada waktu akan melompat. Awalan itu harus dilakukan dengan secepat – cepatnya serta jangan mengubah langkah pada saat akan melompat. Jarak awalan biasanya 30 – 50 meter.
Ø  Tolakan, yaitu menolak sekuat – kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke atas (tinggi dan kedepan).
Ø  Sikap badan di udara, yaitu harus-diusahakan badan melayang selama mungkin dan diusahakan badan tetap seimbang.
Ø  Sikap badan pada waktu jatuh / mendarat, yaitu pelompat harus mengusahakan jatuh / mendarat dengan sebaik – baiknya jangan sampai jatuhnya badan atau

lengan ke belakang, karena akan merugikan. Mendaratlah dengan kedua kaki dan lengan kedepan.

4.        Diskualifikasi
Ø   Dipanggil 3 menit belum melompat.
Ø  Menumpu dengan 2 kaki.
Ø  Setelah melompat, kembali ke arah awalan.
Ø  Mendarat luar bak lompat.

5.      Cara Mengukur Lompatan Lompat Jauh
Ø  Pada lompat jauh pengukuran sebetulnya sama dengan pengukuran pada loncat jangkit.
Ø  Pengukuran dilakukan oleh juri pengukur yang biasanya berjumlah 2 (dua) orang.
Ø  Pengukuran akan dilakukan apabila lompatan tersebut dinyatakan syah.
Ø  Pengukuran lompatan diambil dari balok ujung balok tumpu yang terdekat dengan bak pasir, sampai pada tanda awal pendaratan.
Ø  Bila pelompat berjalan mundur seusai melakukan lompatan maka yang diukur adalah jarak ketika atlet tersebut mundur. Oleh karena itu ketika seusai meloncat maka atlet harus berjalan mungkin maju.
Ø  Pada pengukuran ini diusahakan untuk seteliti sebab selisih satu cm saja akan berpengaruh.
Ø  Selain itu alat yang digunakan untuk mengukur juga harus sama (hanya ada satu alat ukur). Hasil lompatan akan dicatat oleh pencatat hasil perlombaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar